1 MUSUH 1000 TEMAN


Seperti hari biasa berkumpul diantara teman-teman dalam suasana santai dan “bersahabat” membuatku nyaman dengan kondisi seperti ini. Aku datang lebih siang dari biasanya dan ketika aku datang sudah banyak teman yang berkumpul disana. Setelah bersalaman dan tos (cheer) aku pun duduk bergabung dengan mereka. Seorang teman mengajak ku bercanda sambil bertanya progres. Semua berjalan rilek seperti biasa dan tidak ada yang istimewa.

Ketika hari mulai sore dan kesibukan online berkurang dan obrolan mulai mengelompok pada masing-masing teman yang berada disebelah, aku mulai melihat gelagat adanya “ketegangan psikologis” antara 2 orang sahabat. Dengan melihat sikap masing-masing jelas sekali bahwa ketegangan itu tidak terselubung lagi.

Dan seperti biasa, dimana ada “permusuhan” selalu ada usaha “merekrut” simpati pada masing-masing kubu, dan aku salah satu yang menjadi yang “direkrut”. Aku hanya mendengarkan saja tanpa merubah mimik muka karena aku tidak memiliki permusuhan disini dan tidak ada kepentinganku dengan situasi tersebut. Namun untuk menghormati “perekerut ketegangan” itu, aku tidak mau merubah ekspresi muka namun tetap mendengarkan dengan serius.

permusuhan

Yap…berawal dari tabrakan kepentingan, bergeser pada benturan harga diri dan berujung pada perselisihan … bla…bla…bla…. 

Sebenarnya ingin pergi sejenak agar percakapan terhenti, sayangnya kesempatan itu tidak muncul juga.

Jelas aku tidak tertarik dan tidak peduli situasi yang begitu, karena aku tidak ada kepentingan apapun dengan situasi tersebut dan yang pasti aku ingat betul ucapan seorang dosen senior (dalam hal usia dan karir) … entah berapa tahun lalu ketika aku berkunjung kerumahnya saat sedang marah dengan situasi untuk berbagi dengan beliau. Dan aku teringat terus ucapannya waktu itu setelah aku mati-matian curhat pada beliau….

“Seribu orang teman terlalu sedikit …  satu orang musuh terlalu banyak”

Aku masih terus teringat akan pesan beliau ( sekitar 8 atau 9 tahun lalu aku mendengar khabar beliau telah dipanggil Tuhan setahun sebelumnya) itu, bahkan sampai saat ini, karena aku yakin setiap orang punya marah, dan (mungkin) juga punya musuh dalam hidupnya, demikian pula aku … dalam perjalanan hidup ku aku pun masih dan masih memiliki (dendam) itu dan memang sangat mengganggu hidupku. Aku belum bisa memaafkan situasi dan pelanggaran yang dilakukannya pada waktu itu dengan penuh rencana dan kesadaran.

a-friend

Tetap saja “a friend is not a rocket that can be thrown away after arriving in orbit” karena waktu itu dia sering meyakinkan aku dengan obsesinya bahwa “si I (bos ku)  hanyalah sebuah roket dan akan dilepaskan ketika sudah mengorbit” , itulah yang selalu diucapkannya untuk atasan kami dan ternyata kemudian mengalir dalam darahnya dan akhirnya diberlakukan juga pada temannya dengan penuh rencana dan kesadaran walaupun dengan penampilan dan ekspresi tingkat dewa dan memenangkan simpati.

Dan …sayangnya harus akui perasaan marah itu tetap saja menggangguku …teramat sangat mengganggu …

Nah loh …palah curhat … hahahaha

Pointnya adalah … silahkan kalian punya masalah … tapi …

JANGAN SEKALI PUN “REKRUT” AKU DALAM SITUASI KALIAN … AKU TIDAK TERTARIK

karena kalian semua adalah teman ku …

 

Advertisements

2 thoughts on “1 MUSUH 1000 TEMAN

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s