Harga BBM Naik (Lagi)


Hari ini pengin update blog tentang Harga BBM…biasanya aku tidak terlalu peduli dan males bahas hal-hal beginian, yang katanya sih ….  sedikit “sesitif” dan “beresiko”. Tapi gak tahu kenapa….pengin aja menulisnya…sekedar menandai hari ini  Juni, 22 2013 pukul 00:00 harga BBM naik (lagi). Kalau kita googling akan banyak  sekali pendapat pro dan kontra.

Oya….ane bukan politikus, ane ga terlalu “suka” politik…dan ane hanya menikmati “tontonan debat politik” yang jadi suguhan sehari-hari di telivisi.

Terlepas dari itu, saya juga memiliki pendapat sendiri…dan semoga ga menyinggung kedua opini (baik yang pro maupun kontra). Yup….beberapa orang berpendapat bahwa kalau yang naik harga rokok ga akan heboh-heboh amat…

menurutku sih….perbandingannya ga terlalu tepat, soalnya khusus bbm ini akan ber-impact langsung ke semua kalangan dan ke berbagai hajat hidup…termasuk perokok maupun bukan perokok… (ane perokok sih).

Setiap kali harga bbm naik….ane selalu berharap jalanan di Indonesia yang menjadi satu komponen penting industri dan perdagangan menjadi “kinclong permanen” dan tidak tambal sulam seperti “sungai kering” ….tapi yah….sampai kenaikan kali inipun masih hanya bisa berharap pada janji-janji alokasi anggaran untuk perbaikan infra struktur dan lain…lain…

Tapi bukan itu opini ane….

Begini…..ketika harga bbm naik dan dikaitkan dengan subsidi anggaran yang dikurangi karena terlalu “membebani” APBN…ane hanya menilai bahwa ….alangkah idealnya kalau pengurangan subsidi itu dikarenakan kemampuan masyarakat yang sudah meningkat dan subsidi menjadi tidak terlalu bernilai….dan bukan karena …. negara (APBN) terlalu berat menanggung subsidinya, sementara kemampuan rakyat justru sedang berat-beratnya dan akan ditambah lagi dengan beban “bantuan dari pemerintah yang dikurangi”.

Analoginya adalah…

ketika orang tua tidak lagi memberikan uang jajan kepada anaknya….bisa terjadi karena dua hal….

1. Si anak sudah cukup mampu dan tidak perlu lagi untuk di “subsidi” dari orang tuanya, atau karana …

2. orang tua yang sudah tidak mampu lagi memberikan “bantuan subsidi” karena ….memang sudah tidak mampu lagi memberi bantuan lagi kepada anaknya.

Kalau tema-nya adalah bahwa ini…orang tua (pemerintah) tetap kok memberi bantuan kepada anaknya (rakyatnya) tapi dikurangi…situasinya juga bisa karena 2 (dua) hal ini :

1. orang tua ingin mendidik anaknya,

2. orang tua memang sudah tdak mampu lagi memberikan bantuan penuh. Tapi tidak boleh terjadi kalau orang tua masih bocor dana sana-sini untuk berhura-hura (korupsi).

Analoginya adalah :

Si orang tua mengurangi jatah anak untuk biaya sekolah dll karena tidak mampu lagi menyumbang penuh, sementara si orang tua menghambur-hamburkan uangnya untuk hal-hal kesenangan diri semata.

Dan, kalau tema-nya bahwa subsidi tidak tepat sasaran karena 80% dinikmati oleh orang-orang yang sudah mampu…hemmm…ini ane gak terlau paham sih, moga-moga opini ane gak salah :)

tiap-tiap warga negara memiliki haknya yang sama….yang berbeda adalah kewajibannya (pengenaan pajaknya).

Syaratnya adalah….sekali lagi…tidak boleh adanya bocor dana dari kewajiban ini lagi.

Analoginya menjadi begini :

Orang tua memiliki 3 orang anak….dan yang 1 (satu) anak sudah cukup mandiri untuk menerima bantuan orang tuanya….Keinginan orang tua yang adil adalah ingin memberi “jatah yang sama” kepada setiap anaknya, namun….si anak yang sudah mampu ini harus “memahami” bahwa dia “mungkin” harus turut berpartisipasi (lebih) pada orang tuanya untuk “membantu” orang tua dalam menanggung beban 2 (dua) anaknya yang lain yang adalah saudaranya.

Tapi…..pada saat anak yang sudah mandiri ini ber-kontribusi “lebih” untuk membantu orang tuanya…ya jangan di hambur-hamburkan dan bocor sana-sini yang bukan untuk menopang ekonomi keluarga.

Jadi….kalau memang karena ketidakmampuan…karena terbatasnya dana saat ini untuk memberi bantuan dan bukan karena si-anak sudah cukup mampu mandiri (tanpa subsidi)…

jangan saat laporan kinerja mengatakan adanya pertumbuhan ekonomi…karena jelas-jelas…saat ini menjadi “tidak mampu :) #nooffense”

Ahhh…sudahlah…lupakan saja.

Postingan ini hanya untuk menandai harga bbm yang naik lagi kali ini.

Sekian.

BTW….semoga jalanan-jalanan  di Indonesia menjadi “bagus permanen” dan bukan proyek “tambal sulam” yang kian hari kian banyak memakan korban dan berdampak langsung pada lambatnya roda perdagangan dan transportasi.

Advertisements

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s