Pengalaman Pribadi #Lantas


Beberapa hari yang lalu ane “mudik” ke kota ane wonosobo, biasanya ane dari Jogja memilih lewat Borobudur karena jalur yang lebih pendek. Namun karena udah 2 (dua) kali ane “sial” lewat jalur ini, ane memutuskan lewat magelang walau lebih jauh memutar dan lebih jauh. Karena buruknya jalur pintas yang menghubungkan magelang wonosobo dengan banyaknya gelombang jalan dan lobang yang dari tahun ke tahun dan dari satu pemimpin ke pemimpin yang lain jalur ini tidak pernah berkembang semakin baik tapi semakin parah saja.

Oya, kesialan yang ane maksud adalah….sebelumnya motor ane harus bocor shockbreaker karena terkena lobang jalan yang dalam, dan baru-baru ini ane harus mengalami dagangan ane ludes akibat jalanan yang rusak parah itu.

Hari itu ane melaju sante sambil menikmati perjalanan via magelang temanggung, yah…. lumayan juga jalannya walau ada disana sini rusak ringan di pinggir jalan namun jauh lebih baik walau lebih jauh dibanding via jalur pintas.

Dari jogja…muntilan…magelang…secang…temanggung…parakan…nyaris lancar jaya dan santai. Dari parakan menuju wonosobo baru terjadi “kesialan” lagi. Tepat di daerah Sigandul setelah jembatan ane harus berjalan dibelakang truk yang berjalan sangat pelan. Dan tepat di tikungan tanjakan sigandul ini ane takut berada dibelakang truk yang “terengah-engah” menikung tanjakan, dan ane memutuskan mendahului truk ini setelah ane intip tidak ada kendaraan dari arah berlawanan……
Tapi….baru aja ane melewati truk ini….ehh ada pak polisi yang operasi di perbatasan ini…langsung aja ane disuruh berhenti. Ada warung kecil di sigandul ini, dan ane disuruh masuk ke warung ini. Ada 4 bapak polantas di dalamnya dan seorang pelanggar yang sedang di proses (si bapak ini akhirnya titip tilang).

Waktu giliran ane, ane diberitahu kalo ane melanggar marka jalan yang lurus tanpa putus-putus, kontan aje ane kaget waktu itu. Tapi yah…memang ane salah walau pertimbangan ane murni bahaya  berada dibelakang truk yang keberatan muatan di jalan menikung dan menanjak seperti itu….ane di tawari “titip tilang” 100rb dan ane liat dompet cuma bawa 60rb dan mana ada atm di perbatasan kota lereng gunung seperti itu….ya udah ane putusin sidang aja.

Repot juga memang, ane harus jauh-jauh ke temanggung mengikuti sidang.
Oya, ane diberi surat tilang form merah….jadi ane harus datang sendiri atau diwakilkan untuk proses sidangnya.

Saat menulis ini, ane udah browsing-browsing mengenai hal seperti ini, tentang jenis pelanggaran ane, tentang form merah dan biru, tentang prosedur titip tilang, tentang sidang lantas
..dan lain-lain termasuk review-review orang yang sudah pernah mengalami sebelumnya.

Beberapa hari lagi ane mengikuti sidang pertama ane sepanjang hidup ane….dan itu sidang lantas. Kita lihat seperti apa prosesnya…semoga ada perbaikan di sistem lembaga ini dan di  lembaga peradilan kita dan tidak seperti yang sering kita lihat di televisi, karena di kasus ane…ane emang salah karena melewati marka.

Kesimpulan ane sejauh ini adalah :

Kurangnya sosialisi dari kepolisian mengenai aturan lalu lintas kita, dan tidak semua yang bertugas di lapangan bersikap “melayani” yang berdampak tidak tersampaikannya informasi yang tepat yang justru baik untuk “bersih-bersih” di lembaga ini yang sedang gencar dijalankan.

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s