Birokrasi Kita (Iya ngga sih ?)


Suatu hari aku berkunjung ke tempat teman untuk berkonsultasi tentang sebuah ide yang ingin aku buat..hanya ide sih, makanya akupun berkonsultasi sebelum menjalankannya.

Sekilas mengenai teman saya ini..diantara teman-teman ku dialah yang paling cerdas dan paling berpengalaman urusan birokrasi terutama yang menyangkut birokrasi pemerintahan, jadi ngga salah kalau aku berkonsultasi dengan dia…sebut saja namanya S.

Temanya adalah tentang layanan publik secara lengkap (ngga perlu aku tulis detil disini ya :) ).

Tanya jawabnya kurang lebih begini :
Ket. : A –> Aku , S –> Temanku

Setelah aku ceritakan panjang lebar dan berapi-api semua ide ku itu, akupun minta sarannya.

A : Menurutmu gimana tentang ide itu? apakah bagus? bermanfaat? dan apa akan dapat dukungan (pemerintah daerah) sebagai layanan publik?

S : Wow..aku suka ide mu itu, tapi ada beberapa pertanyaan yang harus kujawab dulu.

A : Apa itu?

S : Ya itu tadi…apakah bermanfaat?
…ya…sangat bermanfaat dan jelas akan memudahkan masyarakat dalam mencari informasi…trus tentang akan dapat dukungan kah? atau paling tidak ada pihak-pihak yang keberatan? …aku pikir tidak ada yang akan keberatan…justru semua pihak akan senang.

tentu saja aku lega sekali mendengar jawabannya itu…
Tapi kemudian teman ku itu melanjutkan lagi kata-katanya..

S : kembali lagi tentang apakah ide itu baik? menurutku “iya” mungkin menurut masyarakat luas juga akan bilang “iya” , tapi…..menurutmu “baik” dimata birokrasi itu yang seperti apa?

tentu saja aku jadi berkerut kening agak bingung…dan S melanjutkan lagi kalimatnya…

S : walau idemu itu bagus dan sangat bermanfaat…jangan terlalu berharap dapat dukungan di birokrasi kita..kenapa? karena kamu tidak memberikan “keuntungan langsung” bagi si pemegang ijin di birokrasi itu?

A : maksudnya? uang?

S : ya…justru…seburuk apapun idemu…dan seberapa sampah idemu, kalau bisa untuk “mengalirkan budget” dan bisa mendapat “fee” , itu akan dianggap lebih layak dan akan lebihbmudah di setujui…

aku hanya bisa diam dan teringat kembali berita-berita di televisi…proyek-proyek yang banyak memakan duit rakyat dan tidak berkelanjutan… dan S melanjukan kalimatnya lagi…

S : ini baru kemungkinan saja…tapi kalau menurutmu itu baik untuk dijalankan…maka bersiap-siaplah untuk “bekerja keras” sendiri.

S pun tersenyum…dan aku “sedikit membenarkan” uraiannya itu…

Mau dibawa kemana arah negeri ini kalau memang birokrasi kita seperti itu? dalam hati aku mengeluh….

Semestinya dibuat dan diputar lagi film-film dan cerita-cerita kepahlawanan di negeri ini…terutama bagi kalangan birokrat dan pejabat…. fiuhh (semoga tidak demikian) .

Sekedar untuk mengingat percakapan hari itu..percakapan yang membuat aku miris.

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s