“EMPAT MATA” DIHENTIKAN


Bagi kamu yang hobi nonton tayangan talk show Empat Mata di Trans7, siap-siap untuk tidak dapat melihat penampilan  Tukul Arwana yang memandu acara Empat Mata tersebut, pasalnya mulai kemarin tanggal 5 November Empat Mata berhenti tayang.

Kalo kemaren tanggal 29 Oktober kamu menonton tayangan Empat Mata denga bintang tamu Sumanto, terdapat adegan dimana Sumanto memakan kodok sampe kelihatan darahnya muncrat. Kebetelulan episode itu aku pas nonton, emang pada adegan itu aku ngeri untuk meliatnya.

Karena sudah 2 hari ini tayangan Empat Mata tidak tayang, maka aku cari-cari beritanya dengan ber-“googling” dan bener aja ternyata memang Empat Mata dihentikan sementara oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).

Berikut ini kutipan yang aku dapat dari www.gatra.com :

Berdasarkan pemantauan KPI Pusat, pada program ‘Empat Mata’ edisi 29 Oktober 2008 pada episode Sumanto (mantan pemakan mayat), ditemukan adanya pelanggaran untuk keempat kalinya. “Maka sesuai dengan Undang-Undang (UU) Penyiaran, KPI memutuskan menghentikan sementara program `Empat Mata`, mengingat adegan dalam program tersebut sangat tidak pantas dan melanggar SPS (Standar Program Siaran) yang ditetapkan KPI,” ujar Sasa.

Dalam program “Empat Mata” pada episode tersebut, ada adegan yang menampilkan bintang tamu sedang memakan hewan, yaitu kodok dan ikan hidup. “Program itu dinilai melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran atau P3-SPS,” katanya.

Sasa mengatakan, ada tiga pelanggaran terhadap UU Penyiaran dari siaran “Empat Mata,” yaitu pasal 28 ayat 3 mengenai larangan lembaga penyiaran televisi menyajikan program dan promo program yang mengandung adegan di luar perikemanusiaan dan sadistis.

Kemudian, aturan yang dilanggar lainnya adalah Pasal 28 ayat 4 tentang larangan lembaga penyiaran televisi menyajikan program yang mengagung-agungkan kekerasan dan pasal 36 soal larangan lembaga penyiaran televisi menyajikan program yang mendorong atau mengajarkan tindakan kekerasan.

KPI akan menghentikan sementara tayangan “Empat Mata” selama satu bulan dan paling lama tiga bulan, serta mewajibkan Trans 7 berkonsultasi dengan KPI guna memperbaiki kualitas programnya. “Bila dalam konsultasi KPI mengganggap `Empat Mata` sudah bisa memberikan yang terbaik maka, ‘Empat Mata’ bisa ditayangkan kembali,” tambah Sasa.

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s